Pengertian Hijrah


Secara etimologi hijrah berasal dari kata haajara yang artinya Berpindah atau berpaling. Keduanya mempunyai makna semangat berpindah dari yang jelek ke yang baik. Selain itu, makna lainnya adalah berpaling dari datangnya murka Allah kepada sesuatu yang diridhai Allah. Misi utama hijrah adalah perintah membaa misi dakwah. Latar belakng hijrah pun tidak semuanya karena unsur politik, kala itu alasannya Rasulullah pernah ditawari menjadi penguasa di Makkah. Dalam haditsnya, beliau bersabda jika bulan di tangan kiri dan matahari di tangan kanan tetap tidak akan menghentikan dakwahnya. Hijrah pertama awalnya di Hijaj bukan ke Madinah. Namun disana tidak disambut hangat meski mendapat bantuan secata materi, sayangnya mereka tidak ikut ambil bagia dalam agama. Akibatnya Islam tidak berkembang disana. Baru setelah di Madinah, Islam bisa berkembang. Al-Quran Surat Al-Anfal ayat 78 menjelaskan bahwa orang yang berhijrah yaitu yang bisa bisa menerima dan mengikuti ajarannya. Itulah Orang Ansor yang tidak hanya memberik kebutuhan sandang tetapi ambil bagian di dalamnya. Hijrah bermakna perjalanan dari Mekah ke Madinah. 
Konsep hijrah berlanjut sampai hari kiamat, kalau tidak akan ayat Al-quran aklan out off date. Terdapat hadits yang mengatakan bahwa tidak ada hijrah setelah fathu mekah, namun tidak ada kewajiban hijrah dari Makkah ke Madinah. Konsep hijrah itu berlaku kepada hambanya yang melakukan perjalanan ke suatu tempat dan mendakwahkan ajaran Islam. Hal diatas merupakan latar belakang hijrah. Hijrah ini pun berkaitan dengan sistem penanggalan. Pernah suatu saat Khalifah Umar membuat surat dengan mencantumkan sistem penanggalan Fiil, sehingga tidak jelas sistem perhitungannya. Islam tidak menggunakan sistem masehi. Jika hal itu dilakukan, maka ibadah selalu ditentukan oleh ketentuan kalender. Misalnya jika kita menghadapi ibadah shaum jika menggunakan sistem masehi, maka saudara kita yang berada di musim panas akan terus menghadapinya setiap tahun, sebaliknya jika saudara kita berada di lingkungan yang musim dinginnya lebih panjang dari musim panas. Latar belakang hijrah lainnya adalah menjaga supaya tidak terjadi pengkultusan terhadap Nabi. Islam tidak mengenal simbol-simbol ketuhanan. Banyak agama yang terjebak oleh pembawa ajarannya. 
Mengapa umat islam terlihat kurang antusias menyambut tahun baru Islam, dibanding tahun baru masehi ? 
Itu kekalahan kita dalam budaya. Teori kebudayaan mengatakan bahwa budaya harus dilawan dengan budaya. Jika kita anti break dance, janganlah anda memaki-makinya. Buatlah tarian-tarian yang memang itu lebih selamat dunia akhirat. Kelemahan kita adalah sudah terbawa kebarat-baratan atau era Amerikanisasi. Apa-apa dianggap modern jika berasal dari Amerika dan Eropa. Orang tua kita belum dikatakan pernah ke Eropa, meski sudah menunaikan haji ke Makkah. Selama tinggal di Inggris, saya tidak pernah melihat nilai-nilai yang patut di banggakan. Namun ada juga nilai nilai islami yang dipandang baik oleh semua orang. 
Tahun baru kita tidak semarak, karena yang merayakan tahun baru kebanyakan non muslim dan orang muslim ikut-ikutan merayakannya. Kita selalu ikut mayoritas ke mana arahnya. Kita harus beri tarbiyah umat dengan suguhan yang lebih bermanfaat. Misalnya saling kirim SMS, kirim kartu, serta yang lainnya. Kalu perlu kita buat acara-cara yang menarik perhatian umat, seperti tabligh akbar plus hiburan islami 
Pengaruh tahun baru hijriyah terhadap peningkatan keimanan dan ukhuwah islamiyah ? 
Sekarang ini kita punya potensi, tapi belum dijaring. Jaringannya belum ada, seharusnya kita buat jaringan. Jika orang masih suka kartu, buatlah ucapan tahun baru yang menarik, orang suka SMS buatlah ucapan yang semenarik mungkin. Jika orang butuh hiburan, buatlah hiburan yang mendidik dalam rangka tahun baru hijriyah. Kalau perlu buatlah festival mesjid, atau festival musik yang bisa diterima masyarakat. Idealnya tahun baru membawa hijrah kita berupa peningkatan iman. Orang harus meningkat step by step.

Hikmah di balik peristiwa hijrah ?

Menyadarkan kita untuk bermuhasabah. Apa yang sudah saya kerjakan, padahal umur semakin hari semakin berkurang. Tahun baru kal ini menjadi sarana peningkatan semua aspek, terutama hablum minannaas dan hablum minallaah. Waktunya kita bangun bersama-sama, tidak ada saling mencela. Musibah yang selama ini kita hadapi mengingatkan kepada kita ternyata setoran ke langit masih energi negatif, jadi masih belum layak ditolong. 
Pandangan Ustadz terkait Rencana beredarnya majalah yang mengundang kontroversi ?
Nilai madharatnya lebih banyak dari manfaatnya. Kebijakan apa pun yang diambil oleh pimpinan, harus melihat kepada kemaslahatan umat. Belum beredarnya saja sudah banyak tindak kriminal yang kita saksikan. Hal itu terjadi akibat peran serta media yang sedikit memberikan sajian edukasinya. (red/fzyqn)
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
Reaksi: 

Leave a comment